Kiat Menjadi Pribadi yang Disukai PDF Print E-mail
Wonderful Inspiration - Wonderful Inspiration
Written by Pandji Kiansantang   
Tuesday, 31 May 2011 13:56

Wonderful Inspiration  (WIN)

 

Kiat Menjadi Pribadi yang Disukai

 

from stranger

*Dikutip dari Buku :

FROM STRANGER TO SUCCESS

Rully Nasrullah,

Penerbit MASMedia Buana Pustaka, Bandung, 2008

Halaman 81-84

 

*Sharing bagi rekan-rekan Karyawan Baru Summarecon agar dapat mempermulus

proses penyesuaian dengan lingkungan baru..

Selamat “belajar” dan bekerja

 

Ada sepuluh kiat menjadi seorang pribadi yang disukai agar kemantapan Anda dalam memulai karier menjadi lebih mulus. Ya, kata kunci yang harus diperhatikan ketika berhubungan dengan orang lain adalah harga diri. Begitu pentingnya harga diri sehingga tidak sedikit orang yang mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan harga diri.

Untuk menjadi pribadi yang disukai, kita harus terus belajar memuaskan harga diri orang lain karena dengan harga diri yang terpuaskan, orang bisa menjadi lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih bersahabat. Selain itu, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

1.  Berikan pujian

Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia terhadap penghargaan. Jika selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, maka Anda berada dalam posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar – lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu, pujilah dengan tulus.

2.  Buatlah orang lain merasa menjadi orang penting

Setiap orang  -- siapaun dia dan apapun jabatannya, dari Direktur sampai Office Boy  – tidak ingin diremehkan dan diperlakukan secara tidak manusiawi. Apalagi Customer.  Berlakukalah seakan-akan di dada mereka ada tulisan ”Perlakukan saya sebagai Orang Penting”.

Tunjukan dengan sikap dan ucapan bahwa Anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, tepati janji, selalu datang on time sehingga tidak membiarkan orang lain menunggu terlalu lama (termasuk tidak datang terlambat dalam Rapat), dan berbesar hati untuk segera meminta  maaf bila salah.

Tersenyumlah dan ucapkan/balas salam bila berpapasan dengan karyawan lain. Ucapkan ”terima kasih” setiap Office Boy menyuguhkan minuman dan Petugas kebersihan membersihkan tempat kerja kita.

Bersikap hormatlah dengan karyawan-karyawan yang lebih lama masa kerjanya dan lebih tua usianya. Bersikap ramahlah dan bantulah karyawan baru sehingga mempermudah adaptasi mereka di lingkungan baru.

Jangan sekali-kali melecehkan karyawan lain, termasuk melakukan pelecehan sexual, baik dalam ucapan maupun tindakan.

Jadikan orang-orang yang Anda anggap sukses di kantor sebagai Mentor (Pembimbing) Anda dalam pengembangan diri.

3.  Jadilah pendengar yang baik

Kalau bicara itu ”perak” dan ”diam itu emas” (silence is golden), pendengar yang baik (good listener) lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan, dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta. Ini adalah cara yang paling efektif bagi anda untuk segera disukai orang lain dan memulai relasi yang baik. Bahkan ada buku yang menyatakan bahwa dengan cara inilah Anda dapat menciptakan kesan pertama yang baik (first impression) dalam pertemuan pertama dengan orang yang baru anda kenal.

4.  Usahakanlah untuk selalu menyebut nama orang dengan benar

Nama adalah milik yang berharga yang bersifat sangat pribadi. Biasanya, orang tidak suka bila namanya disebut atau ditulis secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menuliskan namanya dengan benar (terutama dengan nama-nama yang tidak biasa atau nama orang asing). Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William atau Wilhem? Orang juga senang jika kita menyebut namanya dalam berbicara. Ketika berbicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak terdengar daripada sekedar menyebut Bapak.

5.  Bersikaplah ramah

Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai, serta membuat orang merasa betah berada di dekat anda. Keramahan itu ”menular”, jika Anda ramah maka orang-orang lain di sekitar Anda pun akan cenderung ramah. Sebaliknya jika Anda jutek dan BT, merekapun akan demikian.

6.  Bermurah hatilah

  • Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi, dan tidak kekurangan karena berbagi. Seseorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik pada dirinya sendiri. Dengan demikian, kemurahan hati sangat baik buat Anda dan berguna bagi orang lain. Sudah menjadi hukum universal : ”The more we give, the more we get” (semakin banyak kita memberi, semakin banyak kita akan menerima). Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan karunia yang akan kita terima.

Lihat saja orang-orang terkaya di dunia seperti Bill Gates, Warren Buffet dan Oprah Winfrey adalah juga filantropis (dermawan) yang patut diteladani. Setiap tahun sumbangan (charity) mereka makin besar dan makin mendunia, tapi (aneh tapi nyata) jumlah kekayaan mereka juga semakin meningkat.

 

 

7.  Hindari kebiasaan mengeritik dan  mencela

Tabiat manusia adalah mudah untuk mengeluh (complain) – tentang apa saja -- dan mengkritik orang lain, tapi sebaliknya tidak suka jika dikritik. Seharusnya sebelum mengkritik kekurangan orang lain, lebih dulu kita harus mawas diri (introspeksi) terhadap kekurangan kita. Agar tidak seperti peribahasa ”Semut di seberang lautan kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata tidak terlihat”.

Umumnya, orang tidak suka bila kelemahannya diketahui orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke ”pusat harga diri” dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat, bisa jadi menyerang balik. Kalaupun harus menegur orang lain, sebaiknya jangan lakukan di depan orang lain, tapi lakukanlah secara 4 mata. Kritik itu tetap perlu untuk mengkoreksi tugas bawahan, tapi selalu pertimbangkanlah cara mengkritiknya sehingga ia tidak merasa kritik itu bersifat personal (pribadi), tapi memang obyektif dan bermaksud baik.

 

8.  Bersikap Asertif

Asertif (ketegasan) adalah : Berkata ”Ya” jika memang setuju dan berani berkata ”Tidak” jika memang tidak setuju.

Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata “Ya”, tetapi orang yang bisa berkata “Tidak” bila diperlukan. Sewaktu – waktu, bisa saja prinsip atau pendapat anda berseberangan dengan orang lain. Tidak harus selalu menyesuaikan diri atau justru memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Hal terpenting dari perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menimbulkan sikap saling pengertian. Sikap asertif selalu dihargai dibandingkan sikap “yes man” . Dalam dunia manajemen dikenal istilah ”courageous follower” (bawahan pemberani), yaitu anak buah yang dengan niat baik berani  mengingatkan atasannya jika keputusan yang diambil keliru. atau mampu mengajukan saran-saran alternatif dalam pemecahan masalah (problem solving). Tipe karyawan seperti inilah yang merupakan asset berharga bagi atasannya.

 

9.  Perbuatlah apa yang ingin orang lain perbuat terhadap Anda.

Ada Golden rule (Kaidah emas kehidupan) : Perlakuan orang lain sebagaimana Anda ingin perlakukan oleh orang lain. Itulah yang harus dilakukan terlebih dahulu. Berinisiatiflah untuk memulainya. Misalnya, bila ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila ingin dihargai, mulailah menghargai orang lain. Bila ingin dipuji, pujilah orang lain lebih dulu. Jika ingin Atasan Anda bersikap baik pada Anda, bersikap baiklah terlebih dulu pada Atasan Anda. Jika Anda ingin dipahami dan dimengerti pasangan hidup atau kekasih Anda, pahami dulu sepenuhnya mereka (Prinsip ”Memahami dulu, baru dipahami” dalam 7 Kebiasaan Efektif dari Stephen Covey). Jika ingin menerima karunia dan rezeki dalam berbagai bentuk, berilah terlebih dahulu.

Sebaliknya juga berlaku kaidah : ”Jangan lakukan sesuatu pada orang lain, yang anda tidak ingin diperlakukan seperti itu”. Jika tidak suka dikritik, maka jangan mengkritik (”gigitlah bibir” Anda setiap Anda tergoda untuk mengkritik orang lain, khususnya orang-orang yang Anda kasihi, seperti Istri/Suami). Jika tidak mau dilecehkan, jangan melecehkan orang lain. Jika tidak mau dizhalimi, jangan menzhalimi (menganiaya) orang lain.

 

10.  Cintailah diri sendiri

Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukainya, dan melakukan apa pun yang terbaik untuk diri sendiri. Hal ini berbeda dari egois yang berarti mementingkan diri sendiri (selfish), egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri dan mengabaikan orang lain, ataupun Narsis yakni membanggakan diri secara berlebihan. Semakin menyukai diri sendiri, semakin mudah anda menyukai orang lain. Oleh karena itu, semakin besar peluang Anda untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, Anda akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerja sama dengan mereka, serta menyukai mereka. Pada saat yang sama, tanpa disadari anda memancarkan pesona pribadi (bisa disebut kharisma atau inner beauty) yang bisa membuat orang lain menyukai Anda.

Wujud mencintai diri sendiri adalah merawat tubuh dan pikiran, jasmani dan ruhani sebagai wujud rasa syukur kita pada karunia Tuhan, serta selalu berusaha mengembangkan diri.

Sikap-sikap lain yang perlu dilakukan :

Bersyukurlah atas hari ini. “Just to be alive is a grand thing”  (Kehidupan itu saja

adalah suatu hal yang agung) kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif

terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa tujuan. Jalani setiap hari

dengan penuh syukur.

Belajarlah seakan – akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan – akan Anda

akan mati besok. Mahatma Gandhi pernah berkata demikian , “Live as if you were to

die tomorrow, learn as if you were to life forever.” Belajarlah terus, upgrade diri

terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.

● Belajar mencintai apa yang anda punya, bukan berangan–angan akan apa yang

Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata

kalau Anda menggunakan instrumen kasat mata saat ini juga.

● Telan kepahitan hidup dan bersiap – siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap

hari adalah hari baru. Bangunlah setiap pagi dengan bersemangat, dengan

prasangka yang baik  akan apa yang akan Anda alami hari itu.

 

 

Jadilah Penyebar Inspirasi ! Jika anda merasa renungan ini bermanfaat, bagilah ”ilmu” ini pada orang-orang yang anda kasihi, dengan cara memforward email ini kepada relasi-relasi anda. Semoga sedikit hikmah kebijaksanaan ini dapat mengilhami mereka menuju hidup yang lebih sukses, bahagia, dan bermakna. Let’s create a wonderful life and wonderful world...

Jakarta, 6 April 2011

 

Pandji Kiansantang
PT. Summarecon Agung Tbk
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Last Updated on Tuesday, 31 May 2011 14:34